Friday, February 8, 2019
Tujuh Kosakata Bahasa Spanyol (Bailar, Brusco, Blanco dan lainnya)
Bailar (tari/dansa)
En Venezuela se baila el joropo el cinco de julio para celebrar la independencia del país.
(Di Venezuela joropo *menyerupai fandango adalah tarian yang biasanya dirayakan setiap tanggal 5 juli pada hari kemerdekaan).
Brusco (kasar/tidak sopan)
¿Por qué siempre eres tan brusco con mi mamá?
(Kenapa kamu selalu begitu tidak sopan dengan mamaku?)
Blando (lembut/halus)
Mi hermano es demasiado blando; siempre se rinde ante las dificultades.
(Saudara laki-lakiku terlalu peka/rapuh, selalu menyerah pada kesulitan).
Bronco (kasar/keras)
"¡No pisen el césped!" dijo una voz bronca.
(Jangan menginjak rumput itu! ucap sebuah suara kencang).
Basura (sampah)
No tirar basura permitido
(Jangan membuang sampah sembarangan).
Buscar (mencari)
Estoy buscando trabajo
(Saya sedang mencari pekerjaan).
Se fue a buscar fortuna a América
(Pergi mencari peruntungan ke Amerika).
Bastante (cukup)
Hay bastante espacio para una fiesta
(Rasanya tempat itu cukup untuk sebuah pesta)
Bien Reservado
vocabulario de hoy
Spanish-Indonesia
Monday, January 28, 2019
Porque Me Gustas, Faiz
Pretendo que eres mio.
Lo estropeo todo diciendo algo estúpido.
Quiero acercarme a ti.Tal vez deberia tratar de escribir una historia corta. Queiro que lo seas.
Pero, realmente necesito aprender.
Cuando me encuentro en un lugar oscuro,
recuerdo a para ti y un eterno resplandor dentro de mi.
Practico todos los días.
Para encontrar algunas líneas inteligentes que decir.
Para hacer el significado venga a través. Me encanta como nuevo. Llamarlo lo que quieras.
¿es genial que dije todo lo que?
No soy nada especial, pero tal vez algún día te conozca otra vez. Creo y confío en el universo.
todos ellos pedazos de canción :
Michael Buble, Taylor Swift Y Coldplay. Muchas Gracias.
Thursday, September 27, 2018
Koleksi Sampul Buku Edisi Pertama milik Gabriel Garcia Marquez (Bagian Satu)
Ibarat sayur tanpa garam. Rasanya tiada lengkap, bila tak ada satu pun di blog saya, membahas tentang kesusteraan Amerika Latin. Terlebih-lebih, Sastrawan Besar sekaliber Gabriel Garcia Marquez. Saya memang baru melek sastra kurang lebih dua setengah tahun terakhir. Jadi, pengetahuan saya tentang Sastra masihlah cetek. Apalagi bila dibandingkan dengan kawan-kawan saya yang lain. Namun, saya masa bodoh dengan ilmu saya yang sangat memalukan ini. Namanya juga baru belajar dan tidak ada kata terlambat untuk belajar kan?
Sekarang, tinggalkan dulu membahas yang berat-berat. Hal yang ingin sejatinya saya tulis, adalah dedikasi dan rasa sayang dan kecintaan saya kepada Amerika Latin dan (tentu saja) Spanyol.
Gabo, (Panggilan akrab Abuelo *kakek* Gabriel Garcia Márquez) telah memenangkan nobel sastra pada tahun 1982 melalui novelnya yang bertajuk "Cien años de soledad" atau yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia menjadi "Seribu Tahun Kesunyian."
Apalagi saya menyukai hal-hal klasik. Jadi untuk kepoin edisi pertama buku Gabo adalah pekerjaan saya *SenyumManisSiapaTahuDapatKawanYangSehobi*
Berikut ini edisi khusus novel/novelet Gabriel Garcia Márquez berdasarkan urutan tahun terbit :
- La Hojarasca (1955)
- El Coronel No Tiene Quien Le Escriba (1961)
- La Mala Hora (1962)
- Cien Años de Soledad (1967)
- El Otoño del Patriarca (1975)
- Croñica de Una Muerte Anunciada (1981)
- El Amor En Los Tiempos del Coléra (1985)
- El General en Su Laberinto (1989)
- Del Amor y Otro Demonios (1994)
- Memoria de Mis Putas Tristes (2004)
![]() |
| sumber foto : Wikipedia |
(1) Judul Buku : La Hojarasca (Leaf Storm)
Genre : Feminism, Magic Realism.
Menurut keterangan yang saya himpun dari berbagai sumber, membutuhkan waktu 7 TAHUN untuk menemukan penerbit! (Itulah sebaiknya bila ingin serius terjun di dunia kepenulisan mesti tahan banting dan tidak mudah dengan halangan atau rintangan apa pun).
Gabo menggunakan sudut pandang Wanita sebagai tokoh yang mengantarkan cerita. Novel ini menceritakan tentang di antara perspektif tiga generasi dalam satu keluarga, yang berasal dari kota kecil bernama Macondo.
Edisi pertama dalam bahasa Spanyol (bahasa ibu sang pengarang) diterbitkan pada tahun 1955.
Diterbitkan dalam bahasa Inggris pada tahun 1972, dua tahun setelah "Seribu Tahun Kesunyian" diterjemahkan dalam bahasa Inggris.
![]() |
| sumber foto : Wikipedia |
(2) Genre : Historical novel.
Diterbitkan pertama kali pada tahun : 1961
Diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris pada tanggal : 1 September 1968.
Novel ini ditulis berkisar antara tahun 1956-1957. Edisi bahasa Inggrisnya berjudul : No One Write to the Colonel.
Karakternya tidak memiliki nama dan menceritakan tentang kolonel dan sang isteri pasca kehilangan putra mereka. Perasaan-perasaan mereka selama tinggal di Colombia pun turut membaur dalam kisah ini.
Sudah pernah difilmkan dengan lokasi syuting di Mexico, Prancis dan Spanyol. Saya pun masih belum nonton dan sedang mencari link film ini. Ada yang tahu?
![]() |
| sumber foto : Wikipedia |
Jumlah Halaman : 183 Halaman
Semula novel ini berjudul "Este Pueblo De La Mieda" yang kemudian berubah menjadi La Mala Hora atau dalam bahasa Inggris berjudul In Evil Hour.
Menurut keterangan yang saya dapat, pertama kali terbit di Colombia pada tahun 1962, tapi disampul buku tertulis tahun 1961. Barangkali resmi terbit tahun 1962 atau mungkin sebaliknya. Diterjemahkan ke dalam Bahasa Inggris pada tahun 1979. Gabo menuliskan kisah ini ketika beliau tinggal di Paris, Prancis.
Beberapa adegan dan karakter tokoh terdapat juga di novel legendarisnya "Seribu Tahun Kesunyian" (perlu diingat, novel ini lahir sebelum 'Seribu Tahun Kesunyian loh!' Jadi silah interpretasikan sendiri jika Anda sudah membaca novel ini. Kalau saya sampai tulisan ini diturunkan, masih belum baca novel ini.
![]() |
| sumber foto : Wikipedia |
Merupakan novel masterpiece-nya Gabriel Garcia Marquez yang mengantarkannya menjadi pemenang nobel tahun 1982.
Buku ini terbit (di Colombia, tentu saja) pada tanggal 30 Mei 1967 dengan genre Realisme magis. Memang agak berbelit-belit, tapi itu sama sekali tidak melelahkan karena bahasanya diramu dengan sangat indah. Kebayang nggak sih, keindahan bahasanya seperti apa. Beliau menceritakan setiap detail tokoh, plot dan setting dengan baik bahkan nyaris sempurna. Apalagi, bahasa Spanyol adalah salah satu bahasa romantis (selain Bahasa Prancis) dan sampai detik ini, saya kepo dengan bahasa aslinya. Pasti jauh lebih indah....
Diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris pada tahun 1970. Novel ini wajib dibaca oleh siapa pun tak perduli dari mana kamu berasal.
| sumber foto : Wikipedia |
Jumlah Halaman : 271 Halaman
Novel ini menceritakan tentang keputusasaan dan kesepian Sang Jenderal di samping kekejaman dan perilaku kejam yang membuatnya tetap berkuasa. Pesan moril dari novel ini, "Janganlah melihat sesuatu/seseorang dari sampul atau bahasa kerennya "Don't Judge The Book By The Cover"
Edisi pertama diterbitkan pada tahun 1975.
Novel ini meledak di negeri Matador sekitar tahun itu juga. Membutuhkan waktu delapan tahun untuk menantikan buku Gabo satu ini. Otomatis para penggemarnya sudah tak tahan membaca karya beliau setelah novel legendarisnya yang membuncah itu.
Buku ini diterjemahkan ke bahasa Indonesia dengan judul, Tumbangnya Seorang Diktator.
*( Bersambung
Subscribe to:
Posts (Atom)



