Friday, July 13, 2018

Lirik Lagu Clandestino Shakira Feat Maluma (Dalam Bahasa Spanyol dan Bahasa Indonesia)

sumber foto : www.billboard.com
Shakira kembali merilis lagu bersama cowok sebangsa dan setanah air-nya, Maluma.
Setidaknya, sebanyak tiga kali Shakira berkolaborasi dengan cowok tampan itu. Yakni Chantaje, Trap dan Clandestino, (yang saya pikir sebelumnya adalah sebuah nama kota atau daerah di Amerika Latin dan ternyata... saya salah total!).
Mumpung lagi semangat belajar bahasa Spanyol, saya akan menerjemahkan lagu berikut ini melalui bantuan kamus Bahasa Spanyol dan sebuah website : www.spanishdict.com

(Sekilas informasi)
Clandestino atau klandestin ialah sebuah kegiatan yang dilakukan secara diam-diam, sembunyi-sembunyi atau bersifat rahasia.


Clandestino~ Shakira feat Maluma


Sabes que no nos conviene
Que la gente sepa lo que ambos tenemos
Que comemos de una fruta prohibida
Nos encanta y lo sabemos, jajaja

Yo no necesito a ningún otro Don Juan
Que me abra la puerta cuando llego a un restaurant
Ese maletín no necesita más flores
Tú calla'íto, baby, de to's los rumores
Lo nuestro es ilegal y no te voy a negar
Que yo pago la condena por besarte (mua)
Sé que a ti te pasa igual y no me puedes negar
Yo ya cometí el error de enamorarme (yeh, yeh)
Yo vine a verte, a entretenerme
Y me robaste un beso que aun no piensas devolverme
Me sentía volando, me iba escapando
Cuando menos pensaba, ya me estabas abrazando

Y sigue así, no pares ya
Te has convertido en una enfermedad
Y sigue así, así, no más
Que mientras más te acercas
Más aumentas mi ansiedad
CHORUS
Clan clan clandestino, oh
Así mismo lo quiso el destino
No busques problemas donde no los hay, los hay, los hay

Clan clan clandestino, oh
No te olvides que somos amigos
Yo busco problemas donde no los hay, los hay, los hay
Yo busco problemas donde no los hay, los hay, los hay
(Mira!)
Dime, mai, porque ya no entiendo la necesidad
De vernos a solas y matarnos en la oscuridad
Tú te vas, y mi cuerpo aquí sigue pidiendo más
Tú sigue con esa actitud
Cuando se apaga la luz
Tú te vuelves loca
Con par de besitos en la boca, muack
Lo nuestro es ilegal y no te voy a negar
Que yo pago la condena por besarte (muack)
Sé que a ti te pasa igual y no me puedes negar
Yo ya cometí el error de enamorarme
Yo vine a verte, a entretenerme
Y me robaste un beso que aun no piensas devolverme
Me sentía volando, me iba escapando
Cuando menos pensaba, ya me estabas abrazando
Y sigue así, no pares ya
Te has convertido en una enfermedad
Y sigue así, así, no más
Que mientras más te acercas
Más aumentas mi ansiedad

BACK TO CHORUS 

(Terjemahan Clandestino ke Bahasa Indonesia)


Kamu tahu itu tidak pantas untuk kita
Biarkanlah orang lain tahu apa yang kita (berdua) punya
Itu apa yang kita makan dari sebuah buah terlarang
Kita menyukai itu dan kita tahu itu (terlarang), (hahaha)

Aku tidak butuh Don Juan lainnya
Buka pintu itu ketika aku tiba di sebuah restoran
Aku tidak butuh banyak bunga ketika hari kasih sayang
Dari segala rumor, kamu tenanglah, sayang

Kita adalah ilegal dan aku tidak mau menyangkal
Aku membayar penalti untuk menciummu (muah)
Aku tahu hal yang sama terjadi padamu dan kamu tidak bisa menolakku
Aku telah melakukan kesalahan karena jatuh cinta (yeah, yeah)

Aku ke sini untukmu dan menghiburmu
Dan kamu mencuri sebuah ciuman (dariku) yang kamu tidak berpikir untuk balik memberiku
Aku merasa jatuh melayang, aku kehilangan
Setidaknya aku berpikir kamu telah siap memelukku

Teruskanlah dan jangan berhenti
Kamu menjadi kesakitan
Dan teruskanlah, bagus, jangan lagi
Ketika kamu berada di dekatku
Kamu meningkatkan kegelisahanku
(lebih berapi-api)

CHORUS

Klan klan klandestin, o -oh
Juga takdir yang diinginkan
Jangan lihat masalahnya yang di mana tak ada (masalah)
Klan klan klandestin, o-oh
Jangan lupa kita adalah teman.

Aku melihat masalah yang di mana tak ada (masalah)

(lihat!)
ceritakanlah padaku, sayang karena aku tidak mengerti kebutuhanmu
Untuk melihat satu sama lain sendirian dan saling membunuh dalam kegelapan
Kamu meninggalkanku, dan tubuhku di sini terus bertanya

Kamu melanjutkannya dengan tingkah lakumu itu
Ketika langit mulai terang

Kamu menggila
Dengan sebuah ciuman di bibir (mua)

Kita adalah ilegal dan aku tidak mau menyangkal
Aku membayar penalti untuk menciummu (muah)
Aku tahu hal yang sama terjadi padamu dan kamu tidak bisa menolakku
Aku telah melakukan kesalahan karena jatuh cinta (yeah, yeah)


Aku ke sini untukmu dan menghiburmu
Dan kamu mencuri sebuah ciuman (dariku) yang kamu tidak berpikir untuk balik memberiku
Aku merasa jatuh melayang, aku kehilangan
Setidaknya aku berpikir kamu telah siap memelukku

Teruskanlah dan jangan berhenti
Kamu menjadi kesakitan
Dan teruskanlah, bagus, jangan lagi
Ketika kamu berada di dekatku
Kamu meningkatkan kegelisahanku
(lebih berapi-api)
Kamu menjadi kesakitan
Dan teruskanlah, bagus, jangan lagi
Ketika kamu berada di dekatku
Kamu meningkatkan kegelisahanku
(lebih berapi-api)



KEMBALI KE CHORUS

Penyanyi : Shakira dan Maluma
Penulis lagu : Shakira Mebarak Ripoll/Juan Luis L Arias
Lagu dirilis : 8 Juni 2018
Lirik Clandestino @ Sony/ATV Music Publishing LLC

Dialihbahasakan oleh : Senorita Andria Septy





Sunday, June 24, 2018

Pamrih Sumber Kepedihan

Dari Cahaya 
                                                                                                                                            Kepada Bumi


Kubuka kembali ocehan dasa warsa silam, dan beberapa curahan kawan di bumantara. Katamu, 'siapa yang dapat menggenggam pasir? Mencintai seharusnya tanpa pamrih.'


Haus pengakuan dan hasrat ingin dikenang olehmu menjadi impian kawan-kawan yang berempati padamu. Tentu saja kau kadang tak merasa nyaman, pun memuliakan kesendirian. Lagipula kau tak butuh belas kasihan. Seperti yang tertuang dalam tulisan seseorang. Sudahkah kau baca suratnya itu? Dirinya mengharap semesta memberkati matamu sekedar membesuk sebentar. Dirinya mengharap tanggap darimu. Dirinya bukan siapa-siapa, bukan manungsa yang kau kenal baik.

Namun, cahaya terlanjur kabur. Membutakan belas kasihmu yang memudar jauh sebelum kau mengenal ... aku yang bukan aku. Bumi menutup pintu serta merta memberi pagar pada dindingnya yang tinggi menjulang,  dengan tujuan, tiada yang dapat mengusik rapuh jiwanya.
Yang tiada bertuan, dan,
Yang masih kau sembunyikan. Maka, adapun tata ucap yang berkelindan dan keras kepala menyesakkan. Menuntut perhatian yang berakar dari hampa dan perih.



Siapa suruh percaya mencintai harus pamrih?
Cahaya pun tak pernah membalas jasa pada bumi dan hal-hal yang mengitarinya. 






Tuesday, June 12, 2018

Nostalgia bersama telenovela Esperanza (Nunca Te Olvidare)

sumber foto : www.pinterest.com




Apakah yang dilakukan seseorang untuk merawat kenangan?
Ada banyak macamnya dan bersyukurlah kita (saya dan teman-teman sebaya bahkan yang usianya di atas saya) sempat merasakan puncak kejayaan dari sebuah tayangan dari negeri nan jauh di sana, yakni Mexico dan Amerika Latin. Dulu internet tidak se-massive sekarang jadi kita masih menggunakan televisi, radio juga (buku-buku) sebagai hiburan di bumi manungsa.
Untuk saya pribadi merawat kenangan itu dengan menuliskan memori-memori itu sembari mendengarkan musik original soundtrack-nya. Praktis saya mendapat kenangan-kenangan masa silam.





Telenovela Nunca te olvidaré rilis di negara asal mereka-Mexico  dari tanggal 18 Januari sampai dengan 28 Mei 1999. Diangkat dari sebuah novel karya Caridad Bravo Adams. Tayang setiap hari senin-jumat jam delapan malam. Di Indonesia sendiri tayang jam sekitar sepuluh pagi (Kalau nggak salah ingat-red).




Tahun 1999 yakni tahun di mana saya baru saja lulus SD dan sudah dicekokin tontonan drama telenovela seperti ini. Telenovela ini dalam bahasa Indonesia berarti 'Tidak Akan Pernah Melupakanmu" yang mana soundtrack telenovela ini melambungkan nama Enrique Iglesias ke kancah dunia internasional (saat ini Enrique belum menghilangkan tahi lalatnya-red) Di Indonesia telenovela ini berjudul Esperanza dengan jumlah episode sebanyak 94. Tahu sendiri bagaimana rumitnya kisah telenovela itu, memang dibikin ribet alias rumit supaya panjang, bahkan ada yang sampai seratus enam puluhan episode).







Pemeran utama : 

Edith Gonzalez (lahir pada 10 Desember 1964) sebagai Esperanza Gamboa Martel/Isabel Clara Martel
Fernando Colunga (Lahir pada 3 Maret 1966) sebagai Luis Gustavo Uribe Del Valle.





Kisahnya menceritakan tentang  Cinta lama yang bersemi kembali karena mereka masih saling cinta dan dipisahkan oleh Ibunya (Luis Gustavo) karena nggak suka sama Esperanza. Dengan alasan mengingatkan pada Isabel yakni Mamanya Esperanza yang tak lain adalah mendiang kekasih  Ayahanda Luis Gustavo. Rumit kan? Tapi bagus dan meskipun waktu itu saya nggak tahu ceritanya seperti apa (baca : waktu itu saya masih berumur sekitar 11 tahun, jadi masih samar-samar-lah itu). Yang saya ingat saya menontonnya bersama Emak dan itu nostalgia yang tak terlupakan. Berangkat dari sini dan dari telenovela-telenovela yang tayang setelahnya saya MENCINTAI BAHASA SPANYOL. 

FYI : (Baca : Maaf kalau sedikit narsis dan menyimpang dari topik) Boleh nggak saya beralibi, bahwa di kehidupan lampau, saya terlahir sebagai bangsa Latin (Baca : Entah bangsa Inca, Indian atau...yeah, orang latin itu sendiri).
 Tak tahu saya selalu merasa seperti itu dikala menyimak orang berbicara bahasa Spanyol sampai membahas musik dan kebudayaan mereka. Sampai detik ini pun tak pernah hilang perasaan itu. Saya lahir dan besar di Indonesia, tapi jiwa saya berasal dari negeri antah berantah Amerika Latin.



Pernah anda merasakan hal seperti itu? Atau ini hanya saya saja yang merasakannya? Atau mungkin saya memang terlahir sebagai gadis pengkhayal? Entah lah yang jelas itu praduga saya terhadap diri saya sendiri.






Akhir kata, sesuai dengan judul asli dari telenovela ini yakni, tidak akan pernah melupakanmu. Yeah...saya tak akan pernah melupakan jiwa murni saya yang sudah terlanjur mendarah daging.Saya akan merawatmu dalam ingatan. Siempre. Masih ada beberapa telenovela lagi yang mengganggu pikiran saya dan hanya dengan merawat nostalgia, saya  harap dapat menjadi jinak. :-)






Abra y Besos (peluk dan cium)




Senorita Septy 


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...